Pendidikan
Non Formal berupa Pendidikan Kesetaraan dalam tanggapan masyarakat masih
dipandang sebelah mata, karena umumnya masyarakat masih berfikir bahwa
pendidikan kesetaraan adalah Pendidikan Non Formal yang menampung Peserta didik
putus sekolah.
Untuk
meminimalisir stigma tersebut SKB Purwakarta melakukan beberapa inovasi
performa sehingga nantinya SKB menjadi salah satu sekolah alternatif setelah
sekolah negeri yang memberikan solusi bernilai plus, diantaranya peserta didik
dibekali kemampuan pengalaman bekerja atau pengembangan kuirikulum yang
berbasis kebutuhan di masyarakat, diantaranya tidak hanya kemampuan keahlian
menjahit saja akan tetapi dibekali skill bagaimana cara menawarkan jasa
menjahit dan hasil menjahit melalui kurikulum digital marketing pungkas RD. Moch. Dadi Rosadi (Plt. Kepala SKB Purwakarta). atau akrab
dengan sapaan Bapak Kepala SKB dilingkungan Dinas pada saat kunjungan Dinas
Pendidikan Purwakarta oleh Sekretaris
Dinas Pendidikan (Sekdisdik), Ibu Sadiyah,
Pada kunjungan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik),
Sadiyah memberikan apresiasi dan harapan agar " Melihat kemajuan yang
telah dicapai ini saya berharap SKB Purwakarta terus melakukan inovasi performa sehingga nantinya SKB menjadi
salah satu sekolah alternatif setelah Sekolah Negeri" pungkasnya sesaat
setelah berkeliling meninjau pembelajaran di SKB Purwakarta .
Diakhir kunjunganya Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik), Sadiyah memberi pengarahan terhadap peserta didik pertama Sekolah Non Formal (Program paket A, B, C) setara dengan formal, bisa melanjutkan ke jeujang yg lebih tinggi. Kedua memiliki Poin yaitu di pendidikan Non formal khusus di SKB selain belajar peserta Didik juga mendampatkan Kursus keterampilan sehingga mempuyai bekal skill atau kemampuan keterampilan untuk bekal hidup di Hari kelak.Selanjutnya Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik), Sadiyah menegaskan Anak-anak kesetaraan harus 'leukeun" dan semangat belajar , jangan pernah merasa rendah diri justru harus berbangga karena kalau sudah lulus Sekolah selain ijazah juga mendapatkan sertifikat Kursus keterampilan hidup.
Demikian
pada dasarnya Pembelajaran yang dilakukan disatuan didik merupakan satu proses
menciptakan manusia menjadi lebih bermanfaat, hal ini dikarenakan di sekolah
setiap siswa mendapatkan bekal berupa ilmu dan pengetahuan yang secara sadar
ataupun tidak, kelak di dalam kehidupan sehari-hari akan sangat dibutuhkan
dimasyarakat.
Satuan pendidikan dengan berbagai upaya ciptakan proses tersebut agar kelak ilmu yang telah disampaikan oleh guru atau pengajar dapat semakin mumpuni manfaatnya.



0 Komentar